Wednesday, May 11, 2011

7. Shodaqoh tidak berlaku (hal 16-18)

7. Shodaqoh tidak berlaku (hal 16-18)
Bila kiamat telah dekat orang-orang kaya akan sulit menemukan fakir miskin untuk diberi sodaqoh. Pada saat itu mereka hidup mewah dan bermegah-megahan secara merata. Untuk itu sebelum kita menemukan zaman sebagaimana yang dimaksud, mari kita gemar bersedekah dan diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Dan sekarang ini masih banyak juga orang-orang mau menerima sedekah. Dengan demikian kita berlomba-lomba memberikan sedekah sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.
Nabi saw menggambarkan tentang sedekah tidak berlaku sebagaimana sabdanya:
“Bersedekahlah kalian, sebab kelak akan datang suatu zaman menimpa kalian, dimana seseorang berjalan membawa sedekahnya, lalu orang yang didatanginya berkata : Andaikan engkau mendatangkan kemarin, aku pasti menerima shodaqoh itu, dan sekarang aku tidak menerima shodaqoh lagi, akhirnya dia tidak menemukan orang yang menerima shodaqoh.” (HR. Imam Shaikhani, melalui Haritsah Ibnu Wahb ra)
Memang saat itu harta melimpah serta bersarakan dimana-mana, sehingga sama sekali tidak bisa merasakan kenikamatan harta yang banyak itu. Pada waktu itu tak seorangpun yang mau menerima zakat, sekalipun dibagi dengan keliling.
Nabi saw bersabda:
“Sungguh kelak akan menimpa kepada manusia suatu zaman, dimana zaman itu seorang laki-laki berkeliling membawa zakat berupa emas, tapi dia tidak menemukan seorangpun yang mau menerima zakatnya. Di zaman itu laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang berlindung kepadanya, sebab terlalu sedikitnya laki-laki dan terlalu banyaknya wanita.” (HR. Bukhari Muslim, melalui Abu Musa).
Bahkan saat itu jumlah wanita sangat meledak, karena dengan jumlah laki-laki empat puluh banding satu. Dengan banyaknya wanita tersebut, maka kemungkaran juga merajalela. Juga banyak sekali waktu itu ditemukan wanita-wanita telanjang. Sekarangpun juga sudah kita jumpai wanita-wanita berpakaian tetapi telanjang, sehingga membuka luas tergodanya lelaki dimana-mana.





Dikutip dari Kitab Detik-detik kiamat, surga dan neraka. Oleh Ust. Mulkan Hamid

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment