Saturday, May 14, 2011

8. Islam tinggal namanya dan Al Qur’an tinggal tulisannya (hal 18-19)

8. Islam tinggal namanya dan Al Qur’an tinggal tulisannya (hal 18-19)
Banyaknya orang beragama islam, tapi yang dikerjakan tidak sesuai lagi dengan ajaran islam. Kebiasaan sehari-hari tidak lagi mencerminkan islami, bahkan sering menantang. Seandainya dia dianggap bukan islam, maka akan marah, bahkan sempat juga KTP-nya ditunjukkan , untuk meyakinkan, bahwa dia benar-benar orang islam. Tapi sayang seribu sayang sholat wajib sering kosong, puasa ramadhan  enggan mengerjakan dengan alasan tidak kuat dan bisa jatuh sakit, enggan mengeluarkan zakat pada hal sudah mencapai nishabnya, mengerjakan ibadah haji ke tanah suci Makkah tetapi niat dan tujuannya salah, sehingga dia hanya gemar bila dipanggil pak haji dan pakai kopyah putih sebagai kesenangannya, sementara sesudah melakukan haji perilakunya tidak berubah baik, justru bertambah menurun kebaikannya. Bila hal semacam ini menjadi kebiasaan orang islam, maka bisa dikatakan islam hanya tinggal namanya, karena hanya berbicara tentang islam, tetapi ajaran-ajaran islam tidak mau menerapkan dengan sesungguhnya.
Di samping itu akan terjadi di akhir zaman, bahwa Al Qur’an tinggal tulisannya. Tidak sedikit pula orang-orang pandai membaca Al Qur’an  bahkan sampai hafal, tetapi tidak menerapkan isi yang terkandung didalamnya, sehingga Al Qur’an hanya sebagai bacaan belaka. Bahkan yang lebih prihatin lagi Al Qur’an hanya sebagai hiasan, tidak pernah dibaca karena lebih mementingkan membaca berbagai macam buku yang kurang bermanfaat. Dengan membaca serta mengkaji isi yang terkandung dalam Al Qur’an tetapi tidak mau mengamalkan dalam kehidupan sehari, maka bisa dikatakan  bahwa Al Qur’an tinggal tulisannya.
Nabi saw bersabda:
“Akan datang suatu zaman, dimana islam hanya sebagai sebutan saja, dan hanya bentuk saja, Al Qur’an hanya dibaca saja. Mereka memang meramaikan masjid, tetapi itu sendiri sunyi dari dzikir menyebut asma Allah. Orang-orang yang paling busuk di zaman itu ialah para ulama’nya. Karena mereka timbul banyak fitnah, dan fitnah itu akan kembali kepada mereka pula, dan mereka inilah yang tersebut merupakan tanda-tanda hari kiamat.” (Hadist melalui Ali bin Thalib ra : Zubdatul Waa’idhiin)



Dikutip dari Kitab Detik-detik kiamat, surga dan neraka. Oleh Ust. Mulkan Hamid

Artikel Terkait



No comments:

Post a Comment