Sekarang sudah bisa kita rasakan secara fakta, bahwa tidak sedikit umat islam yang rela menjual agamanya untuk mengejar kepentingan dunia beleka. Sering dijumpai KTP-nya beragama islam, tetapi perilaku sehari-hari tidak islami, bahkan penyimpangan-penyimpangan dari norma agama islam itu sendiri maupun norma masyarakat seringkali dilanggar. Tidak sedikit kita jumpai orang-orang beriman tapi munafik. Segala yang diucapkan tidak sesuai dengan hatinya, karena mengejar kepentingan pribadi yang sifatnya serba sementara. Wanita melamar suatu pekerjaan bisa diterima, tetapi harus lepas jilbab dan berpakaian serba tampil auratnya. Bila masih berjilbab, maka tidak bisa masuk, bila lepas jilbab maka diterima. Berhubung ingin diterima untuk bekerja, maka ia rela melepaskan jilbabnya. Padahal sebelumnya selalu memakai pakaian yang tertutup auratnya. Contoh lagi ingin menjadi pejabat, tetapi tidak karena Allah, sehingga jalan apapun dia tempuh yang penting keinginan tercapai. Datang kepada sang dukun ramal dan minta pertolongan agar yang diharapkan itu bisa tercapai. Setelah berhasil menjadi pejabat, maka dia membanggakan dukun itu, Naudubilamindzaalik. Tidak sedikit kita jumpai, bila seseorang ingin menjadi pejabat, maka tidak lepas dia minta pertolongan sama dukun. Dalam hal ini bisa dikategorikan menjual agama. Padahal jelas hanya kepada Allah-lah kita beribadah, dan hanya kepada Allah-lah kita mohon pertolongan.
Apa arti tercapai yang kita cita-citakan sementara jalan sesat harus kita tempuh. Pada akhir-akhir ini tidak sedikit umat islam mengerjakan hal-hal yang tidak mencerminkan sebagai orang islam itu sendiri. Tidak sedikit orang islam pagi harinya iman, tetapi sore harinya menjadi kafir.
Nabi SAW bersabda:
“Kelak sesudah-Ku, benar-benar umat-Ku akan diselimuti oleh fitnah-fitnah yang seakan-akan seperti gelapnya malam. Di zaman itu pagi hari seseorang dalam keadaan mukmin, sore harinya menjadi kafir, dan banyak kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi dengan harga sedikit.” (HR. Hakim)
Ternyata sekarang sudah banyak sekali kita rasakan di kalangan umat islam sendiri, iman seseorang bisa pindah-pindah bila saat menguntungkan. Kemewahan dan kejayaan bisa tercapai tidak memperdulikan jalan apa yang dia tempuh halal atau haram.
Tanda-tanda datangnya hari kiamat
Dikutip dari Kitab Detik-detik kiamat, surga dan neraka. Oleh Ust. Mulkan Hamid
Tanda-tanda datangnya hari kiamat
Dikutip dari Kitab Detik-detik kiamat, surga dan neraka. Oleh Ust. Mulkan Hamid
No comments:
Post a Comment